Wednesday, April 29, 2015

Review #HAPPINEST

Para penikmat stand up comedy sih pasti nggak kuasa melewatkan show ini. Rasa candu untuk ketawa lepas membawa gue ke #HAPPINEST Tour oleh Ernest Prakasa. Tour ini berlangsung ke 10 kota di Indonesia. Medan jadi kota ke-4 yang disinggahi 25 April 2015 kemaren di Hermes Hotel.

Ini komik favorit gue dari jaman SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) masih belom happening kayak sekarang. Kalo kata Ernest sih, dulu masih pake penonton bayaran (mauuu juga dong dibayar! :p), sampe hari ini yang setiap tour nya dibanjiri banyak orang. Dan gue excited waktu tau Medan merupakan salah satu kota yang disinggahi, secara di tour-tour sebelumnya Ernest belum pernah mampir kesini.
Bukan karena dia bermata sipit, tapi gayanya yang menurut gue kekinian banget dan ide-idenya yang brilian. Ernest adalah komik pertama di Indonesia yang berani menggelar tour, yang menginspirasi tour-tour stand up comedy berikutnya. Keluar dari zona jaman pekerja kantoran, dan banting stir menjadi komik profesional. Fearless gitu. Menurut gue keberanian semacam itu inspiring sih. Terlebih gue tau dia mantan atlet tenis di era Suwandy, jadi personally gue makin nge-fans!

Embedded image permalink

Jadi malam minggu itu, gue lewatkan nonton show ini ber-4 sama temen-temen penikmat standup comedy juga Indah, Liana, dan Imel. Kayaknya setiap kali @StandUpIndo_MDN menggelar special event dari tahun ke tahun, disitu ada kita. Yah, kita sih haus ngakak banget anaknya. Kali ini gue semangat banget, gue dateng lebih awal dan duduk di barisan terdepan pula!

Embedded image permalink
Yak itu gueeee! :O

Sesuai temanya, #HAPPINEST ala Ernest yang kedengerannya narsis dan maksa banget ternyata memang bisa membuat kita melupakan beban hidup sejenak. Gue suka judul tour nya. Kalo diperhatiin, nama-nama special event nya Ernest memang selalu terdengar asik. Sebut aja Merem-melek tour, Ernest & The Oriental Bandits, atau ILLUCINATI. Nama yang menjual dan bikin orang penasaran. Gue curiga tim kreatif nya pake gerakan bawah tanah juga. Hahaha.
Kali ini, #HAPPINEST menjelaskan pernyataan bahwa bahagia itu sederhana. Mengutip kalimat tagline nya yang nggak lucu,
"Sebab hidup terlalu singkat untuk membiarkan orang lain menentukan apa yang membuat kita bahagia."
- Ernest Prakasa -

Acara dibuka dengan MC langganan dari komunitas, @indrajegel, @ridhobrado, dan @Cacink17. Apalagi kalo bukan ngomentarin audience. Skill dadakan kayaknya. Hahaha. Buang muka atau pura-pura sibuk deh biar nggak kena celaan.



Opener 1 - Local Talent ()
Belakangan gue nggak terlalu ngikutin perkembangan stand up comedy, dan sekarang banyak bermunculan local comic yang baru. Jujur gue lumayan jenuh sama komen MC ngebuka acara tadi. Dan sebagai pembuka, Eka dengan polosnya bikin isu-isu di sekitaran menjadi bit-bit lucu yang menurut gue lumayan menghibur sih. Nice!



Opener 2 - Local Talent ()
Posturnya yang kurus dan tinggi memudahkan dia kayaknya untuk bikin gerakan-gerakan lincah di atas panggung. Jadi kocak gitu. Walaupun terkesan preman ugal-ugalan, dari celotehannya sih Memed anak mami banget. Hahaha.

Embedded image permalink


Opener 3 - Local Talent ()
Banyaknya opener di show kali ini nggak akan bikin kita ngelupain dia. Di saat kita berada di antara capek ketawa dan nggak sabar nunggu si Headliner, Iman punya ciri khas sendiri dengan memakai selempang ulos, dan cara bicaranya yang 'Batak kali' itu menurut gue beda dari komik-komik berlogat Batak lainnya. Selain itu, di setiap adegan dia bisa improvisasi dan ekspresinya pun dapet! *applause!*

Embedded image permalink

 
Opener 4 -
Komika asal Samarinda. Ganteng. Dan ngocol. Bisa banget si Ernest milih opener untuk dibawa sepanjang tour nih. Gue nggak terlalu tau Ardit juga sebelumnya. Tapi dari penampilannya yang berirama, dari yang kalem ke gokil. Dia bisa menyesuaikan situasi panggung. Dari materi-materi religius sampe yang nggak umum sekalipun. Terbukti, Ardit nggak cuma modal tampang doang :D




Headliner -
Malam itu dengan mengenakan jaket kulit ala-ala mafia Hongkong, salah satu main cast Comic 8 ini muncul dari belakang ruangan dan disambut para penonton nya heboh banget.
Ini pertama kali gue ngeliat Ernest secara langsung, walaupun dia adalah komika yang paling sering gue tonton baik di TV, talkshow, ataupun youtube, selain gue juga penikmat buku nya. Gue jadi udah tau sebagian besar bit nya. Herannya, gue tetep masih bisa ketawa ngakak walaupun udah tau punchline nya gimana. Cara Ernest menyampaikannya tuh menarik banget dan nggak pernah sama di setiap penampilannya. Menurut gue Ernest punya kharisma sendiri, tipe orang yang bahkan kalo cuma pake t-shirt dan jeans belel aja tuh tetep gorgeous.

Terlepas dari bit-bit yang udah ada di buku, blog, dan pernah gue denger sebelumnya, banyak juga materi yang masih baru dan fresh. Cerita tentang travelling, tentang masa lalu, tentang kehidupan sehari-harinya, tentang keluarga, istri dan anak-anaknya membuat penilaian sendiri dari para penonton bahwa Ernest adalah seorang keturunan Chinese dengan pemikiran yang out of the box, yang nggak biasa. Seorang familyman yang gaul. Seorang traveller yang ogah rugi. Laki-laki bertatto yang kampret, yang susah melek. Hahaha.
Secara gue duduk paling depan, gue malah nggak berasa lagi nonton show. Gue justru merasa lagi ngobrol sama temen lama yang asik dan frontal. Gaya bicaranya yang lugas membuat kita menebak-nebak,
"hal kampret apa yang bakal dikomen dia?"

Di satu waktu, Ernest juga mencoba berinteraksi dengan penontonnya, turun dari panggung dan menanyakan suatu topik ke 1-2 penonton. Entah bagian dari rifting, atau cuma sekedar iseng. Gue baru tau mungkin dia lagi mencoba teknik komedi yang baru. Overall, penampilannya maksimal banget dan spontanitas lucu nya dapet.

Tapi ada satu hal lagi yang gue tangkap dari kepribadian Ernest, kalo yang tadinya gue kira dia orang yang santai, woles. Ternyata enggak. Dia orangnya perfeksionis. Banget. Dalam arti positif maksudnya, walaupun untuk beberapa orang mungkin jadi sedikit mengganggu. Beberapa trouble panggung diurusi sampai ke hal detail. Misal, masalah lampu sorot yang silau. Gue paham sih gimana perasaan yang di panggung terlalu silau dan ngeliat ke penonton jadinya gelap. Tapi itu kan bagian dari tata lightning, kalo nggak silau mah lampu hias pohon natal namanya. Terus ada sedikit masalah lagi karena sound bergema, mungkin jadi membuyarkan konsentrasinya doi. Setelah beberapa kali mention masalah sound, sempet bersabar tapi masih belom bener-bener juga, akhirnya dia minta izin ke penonton untuk break sebentar  dan diperbaiki sampai masalah itu bener-bener selesai. Ciyeee ngambek...
Ohya satu lagi. Ada sesi dimana Ernest lagi asik-asiknya cerita, terus penonton di belakang tuh rada berisik kisruh sendiri gitu. Selayaknya Pak Guru killer, Ernest diam sebentar. Setelah agak reda, dia sindir mereka,
"Ada apa ya itu di belakang rame banget? Sekarang gue tau perasaannya guru kalo lagi nerangin terus muridnya pada ribut." 
Ampuuuun, Pak Komika killer! Hahaha. Pake bercanda sih ngomongnya.
Tapi justru karena sikap perfeksionis nya itulah yang membuat show ini luar biasa. Durasi 1,5 jam yang mungkin dirasa kurang ditambah jadi 2 jam. Usaha untuk membuat show ini sempurna yang justru inspiratif. Gue ngerti, Ernest nggak mau membuat penontonnya yang udah bayar mahal-mahal kecewa. Dia mau mengapresiasi. Buat gue semua masalah panggung malam itu no problemo kok, tetep aja menurut gue show ini keren dan perfection!





Di akhir acara, tanpa nunggu-nunggu lagi gue langsung buru maju bawa buku nya, minta tanda tangan, dan foto bareng. Antriannya bakal panjaaang soalnya.
Ernest orangnya humble, selain nanya nama dulu, dia juga pake ngasih emoticon segala di buku. Hahaha. Unyu ihhh! Tapi sekaligus lincah banget sih. Geraknya gesit aja gitu, jadi nggak berasa meet and greet nya :(

https://o.twimg.com/2/proxy.jpg?t=HBhOaHR0cHM6Ly9jZG4ucGF0aC5jb20vcGhvdG9zMi84ODZhNDA0OC0zMmM2LTRiYmYtOWQ0Ni01YWY4ZDdmZTM0OTcvb3JpZ2luYWwuanBnFJwUFIwPABYAEgA&s=mCi_sao7cLwa8y5D7DhPhDhKc5t8Vv_UTPM3npL9k54


Pecah! Sabtu malam itu, rahang gue pegel. Ernest sukses menyampaikan pesan dari kebahagian nya yang sebenernya sederhana banget tapi dibawakan dengan cara yang brilian. Dan gue yakin semua penonton malam itu juga pulang dengan membawa kebahagiannya masing-masing. Seenggaknya, kita udah sukses menertawakan hidup bersama Ernest. What a crazinest from The Craziest!

See you on the next tour!

Tuesday, March 31, 2015

My 27 of MARCH #Fearless23

Feeling so blessed on 27 of March, it's my 23rd birthday! #Fearless23

I like to think easily and simply currently, so I decided to make it Black & White code. They are neutral colors, and it's cool to look monochrome this way. However, life is about #0000 and #FFFF. You don't need to overhaul everything in your life all at once to get to that point where you are completely YIN &YANG. It all starts with baby steps. The point is: Balance!

My 22 is about to end and another age is going to begin. It's time to start the things you've always wanted to do without any fears! Maybe this year I got too many haters around, since my coass life that  I often write down here in my blog, but who cares...I believe I can face them fearlessly! Hahaha. Do whatever you want to do, be what you want to be, not others want to see. That's why I make it #Fearless23. To end the age with a bang and to start the next age with a brighter perspective. It feels good to start something useful. Have courage, beat your fears, and be kind!



It isn't really different than last year event, it's about sharing free foods for homeless peoples on the road. Sorry, I'm not creative enough to find another charity event. At least, I try to do it routinely year by year...




23+1 free food packages are completely given for the homeless... Hmmm, 3 years already and still counting. Good to know that a social club in this town told me that the numbers of homeless are decreased nowadays. It's a good news, especially for the social workers who hoping this much. I have to think another creative way to do charity way.

Sometimes, I feel bad whenever I think of giving, I can only give material things. It's nice to give donations, but nothing beats actually setting aside your time to caring and sharing with people who don't get a lot of it. 

Special thanks for your lovely support, my Black & White Team! My 'Sosialitak Syndicate': Ary, Ody, Janet, Henny, Valen, Mega, Evi, Indah... Trough these years, they are help me a lot. I appreciate your kind and thoughtful words more than you know. Seriously!



My loveliest sister who sending me a cool gift. Hmmm my favorite sister okay, hahaha. She know me so well, what I really want. Thankiesss, dear! :*



Thankyou Uty for belated surprise...



Thanks also for your adorable messages and wishes, can't be write down one by one, but I totally love it! Every message is unique and funny enough to make me smiling along that day. Thanks a bunch for making my day, guysss!

So, why still expect for a little gift when you clearly can create the bigger ones for others?
Keep inspiring and stay fearless, good fellas!

Thursday, March 19, 2015

Feeling So RED

One month passed already,  but I never forget to say "Gong Xi Fat Cai!"

As always, red is the color. Literally, I love red, not because it's a bold color, but also it give more happiness and the symbol of spirit. Maybe you often hear the idiom, "I'm feeling so blue" which is means sadness or confusion, but you'll never hear the red one to express the bad feelings. So when in doubt, wear RED!

Sometimes, you need wear red to increase your mood... even in your relax or do some sport.

http://scontent.cdninstagram.com/hphotos-xfa1/t51.2885-15/e15/10932062_944001882290374_1161559140_n.jpg

 Angpao Hunters!
Our favorite auntie!



This family photo was taken in my Grandma's place, Pondok Hijau Golf, Gading Serpong, where my big family was gathered there for the first time. After all this time is always held in Gudang Peluru, Jakarta.
Finally, we are officially wishing you a prosperous Chinese New Year!
Have a great Goat Year ahead!!!


Sunday, February 15, 2015

Extraordinary Getaway

Super late post...

Got an extra space on Sunday morning during our co-ass life. We are Extra Ordinary Co-Dentist cycle, and these were our weekend getaway! It was our first time hanging out together with completed members, 10 of us, since we work as a team in August, 2014. You know, sometimes it's hard to fix the schedule and find the right timing. But finally, we did it spontaneously with a lil bit duress to those who can't go on that day. Hahaha.

Planning an outbound activities at Kampoeng Ladang, but ended up with picnic and craving for corns at Panatapan, Berastagi. What a long trip...


I know that just a simple workout can't raise your satisfied feeling, but believe me it can boost your happy hormones, at least for one day only.



Partner, they said...

Next destination: Panatapan, Tanah Karo
We need something coolness and warmness at the same time, so the best choice is going to a cool place then eat a boiled corn or noodles. Hmmmm... And no doubt the fresh air for sure!



You wouldn't get the same moment twice in life. See you on another getaway!:*

Wednesday, January 21, 2015

Statement Style

Beberapa hari yang lalu gue lagi seneng-senengnya sama warna rambut gue. Ombre 3 warna gitu, hitam, blonde, dan fuchsia.


Tapi ternyata nggak lama setelah itu ada kejadian yang menyebabkan kepercayaan diri gue jadi menurun drastis. Tau nggak karena apa?
Karena rambut gue tidak lagi OMBRE!

Oke deh gue lebay. Toh rambut bukanlah sesuatu yang kekal dan nanti bisa tumbuh lagi, bisa diombrein lagi. Lagipula level kegaulan seseorang itu kan nggak cuma diukur dari rambut doang. Walaupun temen-temen sih pada bilang gue lebih bagus dengan rambut hitam. Entah mereka cuma mau menghibur gue aja, atau beneran bagus. Pokoknya gue tetep nggak suka. Gimana sih ya, semacam kehilangan statement style deh. Ngerti dong ya melakukan sesuatu yang kita nggak suka demi menuruti keinginan orang lain itu rasanya...

Hal ini dikarenakan ada subjek-subjek tertentu di kampus yang memang udah menegur gue secara langsung, face to face, yesss bukan lagi dengan cara menyindir. Caranya ketika menegur itu halus sekali dengan menggunakan kata-kata pilihan,
"Dres, saya gimana yaaa bilangnya sama kamu. Hhmmm agak nggak enak juga sih, saya tau itu hak asasi kamu..."

Perasaan gue juga mulai nggak enak.

"Tapi kami punya peraturan. Supaya sama rata dengan teman-teman yang lainnya, supaya lebih enak dilihat pasien, supaya bla bla bla...."
Dia tau aja loh gimana bikin gue sensitif! Gue gitu sih orangnya, kalo dimarahin mungkin gue bisa bertahan. Tapi kalo doi baik-baik gitu ngasih nasehat nya, yaa secara gue respect, gue jadi lemah. Alhasil gue turutin ajalah keinginan subjek tersebut walaupun terpaksa. Padahal dalam hati gue bete bangeeeeet :( Kenapa coba kita harus disama-ratakan? Kenapa sih kita nggak boleh punya ciri khas masing-masing?!

Ini masalah statement style sih. Kalo atlet ada yang namanya statement stuff, yaitu benda-benda penunjang penampilan kayak topi, wristband, atau pakaian dengan model tertentu, yang penting banget dipake saat pertandingan untuk meningkatkan kepercayaan diri si atlet tersebut. Misalnya Rafael Nadal dengan celana 3/4 nya, atau siapa deh atlet yang kalian tau punya benda kesayangan soalnya gue nggak bisa ngasih contoh yang lainnya, terlalu jauh nanti pembahasan kita... Nah sama kayak atlet itu, kalo sekalinya karena sesuatu hal, statement stuff tersebut kelupaan dibawa dan nggak dipake saat pertandingan, rasa percaya diri akan berkurang sehingga performance nya jadi buruk. Statement itu semacam bagian dari diri kita yang seharusnya nggak diganggu gugat oleh orang lain.

Menurut gue, setiap orang punya statement nya masing-masing. Baik dari segi penampilan, kelakuan, cara berjalan, cara bicara, dan lain-lain. Semua orang punya itu, walaupun pada beberapa orang ciri khas nya nggak terlalu kentara. Nah itu dia permasalahannya, ada orang yang punya karakter kuat sehingga ciri khas nya sangat menonjol daripada orang-orang lainnya. Ada orang yang kelihatannya biasa aja walaupun sama-sama punya ciri khas, tapi nggak dominan sehingga  orang dengan tipe begini kadang jadi invisible di komunitasnya. Sebagai makhluk sosial, jelas kita pengen diakui keberadaannya. Semua orang pasti mau menjadi smart, dynamic, and bright. Jadi, kalo kita bisa terlihat menonjol, kenapa masih mau jadi orang yang 'biasa' aja?

Semakin dipikir gue semakin heran deh. Kenapa harus gue yang disuruh menyamakan diri? Kenapa nggak temen-temen lain yang menyamakan gue? Supaya kita semua sama-sama terlihat stylish gitu loh. Kenapa juga ya di kampus dari ratusan orang gitu cuma gue yang ngombrein rambut? Gue sadar sih bahwa gue juga bukan orang yang sangat stylish. Toh fenomena rambut ombre bukanlah gue trendsetter nya, gue cuma followers mode masa kini kok. Gue paham kok kalo level stylish seseorang memang bukan cuma diukur dari rambut ombre. Tapi apakah sebegitu nggak peduli nya mereka terhadap perkembangan mode? Apakah semua calon tenaga medis dan staf pengajar ini sangat sibuk sehingga tidak mengikuti trend?  Apakah mahasiswa/i nya takut dimarahi seperti gue? Memang nggak ada banget nih yang berani breaking the rules? Nggak ada banget nih yang bercita-cita menjadikan kota ini sebagai fashion capital semacam London, Milan, Paris? Mungkin kalian pikir gue suka berimajinasi ketinggian, tapi namanya juga usaha ya harus dimulai dari diri sendiri dulu kan. Menjadi seseorang yang berprofesi di bidang medis bukan berarti melulu membahas isu-isu kesehatan aja, tapi juga perlu open minded di bidang lainnya. Kalo begini, standard deh ya apa yang dipikirkan orang-orang luar terhadap kesan dokter: preppy, kaku, oldfashioned, dan boring!



Untungnya nggak semua subjek di kampus itu oldfashioned, ada juga kok beberapa yang sejalan pikirannya sama gue. Salah satu departemen paling stylish misalnya, sebut aja departemen S. Pernah gue cerita tentang masalah gue disindir, dibully, dan...whatever you named it, tentang penampilan gue di departemen lain, sebut aja departemen XYZ. Diluar dugaan, mereka bijaksana banget. Gue bisa bilang bijaksana bukan cuma karena mereka men-support gue aja, tapi juga ngasih masukan yang bermanfaat,
"Nggak apa-apa Dres, kan kamu jadi terkenal loh malahan. Coba kamu warnain ungu aja rambut kamu, terus kalo disindir sama dosen kamu bilang aja, ini trend terbaru loh, Dok!", kata seseorang di departemen S yang stylish dan berjiwa muda banget.

"Lain kali kalo masuk di departemen XYZ, kamu hitamkan rambutnya. Kan nggak semua orang berjiwa muda seperti kami", kata seorang lainnya.
Seenggaknya, perasaan gue sedikit lebih tenang karena ternyata masih ada orang yang menurut gue berakal sehat dan stylish di kampus ini. Departemen satu itu memang beda banget deh. Loveliest!


By the way, seseorang di departemen XYZ yang selama ini pikirannya nggak pernah sejalan sama gue, yang katanya haters gue, kenapa pas ulang tahunnya malah ngasih gue first cake cobaaaa?


Yaaahh namanya juga fans in denial...
Thankyou for making me feel like a celebrity!


Karena warna rambut gue beda sendiri, karena gue sering ngelawan, karena gue sering telat, karena gue rebel? Hahaha rejeki anak brengsek :p
Jadi inget quote ini,
To be success and famous, you don't need to be better. You have to be different!
- Raditya Dika -

Your lucky number-

AmazingCounters.com

Let's share..